Pamekasan — Anggota Komisi VIII DPR RI, Fraksi PDI Perjuangan dari Dapil Jawa Timur XI Madura, Hj Ansari, menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Hal itu disampaikan saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi (BEM FIA) Universitas Madura, Jumat (8/5/2026).

Seminar bertema “Revitalisasi Peran Mahasiswa dalam Sistem Demokrasi dan Sistem Politik di Indonesia” tersebut merupakan bagian dari rangkaian Opening Ceremony GEMA FIA 2026.
Hj Ansari menyebut mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan, kontrol sosial, dan suara publik dalam sistem demokrasi.
“Mahasiswa itu bukan hanya bagian dari demokrasi, tapi juga penggeraknya. Mereka bukan sekadar ikut arus, tapi harus mampu memberi arah,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa demokrasi tidak hanya dimaknai sebagai proses pemilu, tetapi juga mencakup cara berpikir dan berdiskusi di ruang publik.

“Demokrasi itu bukan hanya soal memilih lima tahun sekali. Tapi bagaimana kita menyampaikan pendapat, berbeda pandangan, tanpa saling menjatuhkan,” katanya.
Hj Ansari juga menyoroti tantangan mahasiswa di era digital, terutama derasnya arus informasi yang kerap tidak diimbangi dengan verifikasi.
“Sekarang semua orang bisa bicara politik. Tapi yang viral belum tentu benar. Di sinilah mahasiswa harus hadir, membuat pembicaraan jadi lebih cerdas,” ujarnya.
Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak hanya aktif, tetapi juga mampu menyampaikan gagasan yang berbasis data dan kajian.
“Kritis itu penting, tapi harus tetap santun. Aktif itu perlu, tapi jangan mudah terpancing,” katanya.

Lebih lanjut, Hj Ansari menegaskan bahwa melemahnya demokrasi dapat terjadi jika generasi muda kehilangan daya kritis.
“Demokrasi bisa melemah kalau generasi mudanya berhenti berpikir kritis. Karena itu mahasiswa harus tetap jadi kelompok yang mampu menjawab persoalan bangsa,” ujarnya.
Sementara itu, Rektor Universitas Madura, H. Gazali, menilai kegiatan tersebut penting sebagai ruang diskusi akademik yang mengaitkan peran mahasiswa dengan dinamika demokrasi saat ini.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kepekaan sosial dan politik. Forum seperti ini penting untuk membangun cara berpikir kritis dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Gubernur BEM FIA Universitas Madura, Rianto, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang diskusi bagi mahasiswa untuk memperkuat pemahaman terkait peran mereka dalam sistem demokrasi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mendorong mahasiswa agar tetap kritis, aktif, dan tidak kehilangan idealisme dalam menyikapi isu-isu kebangsaan,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa dan civitas akademika Universitas Madura, serta menjadi bagian dari rangkaian GEMA FIA 2026.







