Pamekasan – Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ansari, menjadikan momentum Ramadan untuk mendorong penguatan kesalehan sosial di tengah masyarakat.
Salah satunya dengan memberikan santunan kepada anak yatim dan piatu di kediamannya di Kelurahan Lawangan Daya, Kecamatan Pademawu, Pamekasan, Senin (16/3/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas sosial yang digelar Hj. Ansari sepanjang hari, yang juga diisi dengan silaturahmi bersama berbagai komunitas masyarakat.
Sebelumnya, Hj. Ansari bertemu dengan Komunitas Tukang H. Tuf di Lawangan Daya. Dalam pertemuan itu, ia menyampaikan apresiasi terhadap peran para tukang yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam kehidupan masyarakat, khususnya dalam pembangunan rumah dan fasilitas umum.
Menurutnya, profesi tukang sering kali tidak mendapat perhatian, padahal keberadaannya sangat penting dalam mendukung aktivitas masyarakat.
“Setiap profesi punya peran penting. Para tukang ini ikut membangun rumah dan lingkungan tempat kita tinggal. Mereka bagian dari kekuatan masyarakat,” kata Ansari.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada sejumlah anak yatim dan piatu. Dalam kesempatan tersebut, Ansari juga menyempatkan diri berdialog dan menyapa anak-anak yang hadir.
Ia menanyakan aktivitas mereka sehari-hari, mulai dari sekolah hingga kegiatan mengaji, sembari memberikan pesan agar tetap semangat belajar dan menjaga akhlak.
Di hadapan anak-anak itu, perempuan yang pernah mengabdi sebagai guru di Yayasan Pendidikan Al-Uswah Center Pamekasan ini, juga mengajak mereka untuk tumbuh menjadi generasi yang berbakti, tidak hanya kepada orang tua, tetapi juga kepada agama, bangsa, dan negara.
“Anak-anak harus rajin belajar, rajin mengaji, dan tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada agama, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Menurut Ansari, perhatian terhadap anak yatim merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang perlu terus dijaga, terlebih pada bulan Ramadan yang identik dengan semangat berbagi dan kepedulian.
Ia menilai Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai peningkatan ibadah secara personal, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat empati sosial di tengah masyarakat.
Di hari yang sama, kegiatan dilanjutkan dengan silaturahmi dan buka puasa bersama alumni IAIN angkatan 1999. Pertemuan tersebut menjadi ajang mempererat hubungan sosial di antara para alumni yang telah lama tidak bertemu.

Ansari menilai silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat merupakan bagian dari upaya menjaga kebersamaan dan memperkuat solidaritas sosial.
“Nilai kebersamaan dan kepedulian sosial harus terus dirawat. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat hal itu,” pungkasnya. (Tim/Rilis)







