Pamekasan — Anggota Komisi VIII DPR RI, Hj. Ansari, menekankan pentingnya kemandirian kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dalam menghadapi berbagai dinamika organisasi.
Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Halal Bihalal dan Temu Akbar Keluarga Besar PMII UIN Madura, Kamis (9/4/2026).
Anggota Fraksi PDI Perjuangan Dapil Madura Raya ini mengingatkan bahwa kekuatan utama PMII terletak pada komitmen kader dalam menjaga nilai dasar pergerakan.
Menurutnya, kader PMII harus mampu menyelesaikan persoalan organisasi secara mandiri tanpa selalu bergantung pada senior. Dinamika yang muncul dinilai sebagai bagian dari proses pendewasaan dalam berorganisasi.
“Mudah-mudahan persoalan yang ada bisa diselesaikan oleh kader sendiri, tidak sampai ke penasehat atau senior,” ujarnya.
Ia menegaskan, komitmen awal sebagai kader, yakni menjadi insan yang bertakwa, berilmu, dan bertanggung jawab terhadap kemerdekaan Indonesia yang harus terus dijaga. Dengan berpegang pada nilai tersebut, berbagai tantangan diyakini dapat dihadapi dengan baik.
“Kalau komitmen itu kita pegang, maka persoalan sebesar apa pun insya Allah bisa kita selesaikan,” tegasnya.
Hj. Ansari juga menyoroti peran PMII sebagai ruang pembentukan karakter dan intelektualitas kader. Ia menyebut, proses panjang di organisasi telah membentuk dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan siap berkontribusi di tengah masyarakat.

Konsep back to society menjadi salah satu nilai penting yang harus terus dihidupkan oleh kader, yakni kembali ke masyarakat dengan membawa nilai perjuangan dan kepercayaan diri.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mendorong kader untuk terus meningkatkan kapasitas diri serta menjaga solidaritas internal organisasi. Menurutnya, keberlanjutan PMII sangat ditentukan oleh kualitas kader yang mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.
Di akhir sambutannya, Hj. Ansari memastikan dukungan para senior terhadap kader tetap akan berjalan, namun ia menegaskan bahwa peran utama tetap berada di tangan kader itu sendiri.
“Insya Allah kami sebagai senior akan terus mendukung, tetapi kader harus tetap menjadi garda terdepan dalam membesarkan organisasi,” pungkasnya.







