PAMEKASAN – Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI (Madura Raya), Hj. Ansari, menyalurkan dukungan dan bantuan kepada petani melalui Gerakan Menanam Tanaman Pendamping Beras di Kabupaten Pamekasan, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan instruksi partai dalam mengantisipasi dampak krisis global melalui penguatan ketahanan pangan serta diversifikasi sumber pangan masyarakat.
Hj Ansari datang didampingi Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Mas Taufadi, beserta para relawan Ansari Madura Raya. Keduanya juga terlihat bercengkrama dan berdialog bersama para petani.
Sejak pagi hingga siang, kegiatan dipusatkan di dua lokasi, yakni Desa Kaduara Barat, Kecamatan Larangan dan Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur. Dalam kegiatan tersebut, Hj. Ansari tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada para petani yang membudidayakan komoditas pangan alternatif seperti jagung, ubi talas, kacang hijau, serta warga yang memiliki pohon sukun.

Selain itu, Hj. Ansari juga melakukan penanaman pohon pisang dan singkong sebagai contoh pemanfaatan lahan yang dapat diterapkan masyarakat secara mandiri di lingkungan masing-masing.
Pada kesempatan yang sama, turut digelar podcast yang membahas pelaksanaan instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan terkait gerakan penanaman tanaman pendamping beras sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan di tingkat masyarakat.

Memasuki sore hari, kegiatan dilanjutkan di Kelurahan Lawangan Daya dengan penanaman singkong di area sawah sekitar kediaman Hj. Ansari.
Dalam keterangannya, Hj. Ansari menyampaikan bahwa bantuan dan dukungan kepada petani ini diharapkan mampu mendorong kemandirian pangan masyarakat dari tingkat bawah.
“Kami ingin memastikan masyarakat, khususnya petani, mendapat dukungan untuk mengembangkan tanaman alternatif. Ini bukan hanya soal menanam, tetapi bagaimana kita bersama-sama memperkuat ketahanan pangan,” ujarnya.
Ia menambahkan, diversifikasi pangan menjadi langkah penting agar masyarakat tidak bergantung pada satu komoditas saja di tengah tantangan global.
“Kita ingin masyarakat lebih siap dan mandiri. Ketahanan pangan dimulai dari lingkungan terdekat, dari apa yang bisa kita tanam sendiri,” pungkasnya.

Diketahui, sehari sebelumnya Hj. Ansari juga telah melaksanakan kegiatan serupa di kediamannya sebagai bagian dari penguatan praktik ketahanan pangan keluarga.







