News

Dari Tanah Suci, Hj Ansari Tekankan Nilai Persatuan di Momentum Hari Lahir Pancasila

Makkah — Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan daerah pemilihan Jawa Timur XI Madura Raya, Hj Ansari, mengajak masyarakat memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di tengah tantangan polarisasi sosial dan derasnya arus informasi digital saat ini.

Dalam momentum peringatan Hari Lahir Pancasila, Ansari menegaskan bahwa ideologi negara tidak boleh hanya dimaknai sebagai simbol, melainkan harus terus dihidupkan dalam praktik nyata di tengah masyarakat.

“Pancasila mengajarkan kita pentingnya persatuan di tengah keberagaman,” ujar Hj Ansari dalam keterangannya, Senin (1/6/2026).

Ia menilai, perkembangan teknologi informasi yang pesat membawa dua sisi sekaligus. Di satu sisi mempercepat akses pengetahuan, namun di sisi lain juga berpotensi memicu disinformasi, ujaran kebencian, hingga memperlebar polarisasi sosial jika tidak disikapi dengan bijak.

Karena itu, Hj Ansari menekankan pentingnya memperkuat nilai toleransi, gotong royong, dan saling menghormati sebagai bagian dari implementasi Pancasila. Menurut dia, nilai-nilai tersebut menjadi fondasi utama dalam menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman Indonesia.

Sebagai wakil rakyat dari Madura Raya, Ansari juga menyoroti pentingnya menjaga harmoni sosial di tingkat lokal. Ia menyebut masyarakat Madura memiliki kearifan lokal yang sejalan dengan semangat Pancasila, seperti solidaritas dan kepedulian sosial yang tinggi.

“Nilai-nilai lokal yang hidup di masyarakat harus terus dirawat dan diperkuat sebagai bagian dari pengamalan Pancasila,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Ansari juga menyampaikan pesan kebangsaan di tengah pelaksanaan ibadah haji yang sedang dijalaninya. Saat ini, ia tengah menunaikan ibadah haji bersama sang suami, Mas Taufadi yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan, serta didampingi ibu dan ibu mertuanya di Tanah Suci.

Menurut Ansari, momentum ibadah haji yang mempertemukan umat Islam dari berbagai latar belakang bangsa dan budaya menjadi cerminan nyata nilai persatuan dalam keberagaman yang diajarkan Pancasila.

“Ibadah haji mengajarkan kesetaraan, persaudaraan, dan persatuan umat tanpa memandang latar belakang. Nilai ini sejalan dengan semangat Pancasila,” ujarnya.

Ia pun mendorong peran aktif generasi muda dalam merawat ideologi bangsa. Menurut dia, generasi muda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah masa depan Indonesia, terutama di era digital yang serba cepat.

Ansari mengingatkan agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang memecah belah, serta mampu menjadi agen persatuan di lingkungan masing-masing.

“Semangat gotong royong dan persatuan harus terus kita hidupkan agar bangsa ini tetap kokoh,” kata dia.

Ansari juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum refleksi nasional, bukan sekadar seremonial, tetapi sebagai upaya meneguhkan komitmen kebangsaan di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Shares:
Show Comments (0)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *