DokumentasiInspirasi

Libatkan Peserta dari 13 Kecamatan dan Puluhan UMKM, PDI Perjuangan Pamekasan Gelar Lomba Mewarnai

PAMEKASAN – DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan menggelar lomba mewarnai yang diikuti peserta didik dari 13 kecamatan, Minggu (30/8/2026).

Berlangsung di Rumah Aspirasi Lawangan Daya, lomba ini terbagi dalam tiga kategori, yakni PAUD, TK/RA, dan SD/MI. Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk berkreasi sekaligus menghadirkan orang tua, masyarakat, dan puluhan pelaku UMKM dalam satu kegiatan.

Minggu, 30 Agustus 2026, Hj. Ansari menyapa perserta lomba mewarnai sekaligus memberikan semangat

Rumah Aspirasi tersebut merupakan kediaman Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Taufadi, yang juga suami Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI Madura, Hj. Ansari.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI Madura, Hj. Ansari, mengatakan lomba mewarnai menjadi sarana bagi anak-anak untuk menuangkan imajinasi, melatih ketelitian, serta membangun keberanian dan kepercayaan diri melalui karya yang mereka hasilkan.

Menurutnya, kegiatan positif yang melibatkan anak-anak penting untuk terus didorong. Selain memberikan ruang berkreasi, kegiatan seperti ini memberi pengalaman bagi anak untuk tampil, berinteraksi, dan menikmati proses bersama teman-temannya. Mereka juga belajar memilih warna, menuangkan imajinasi, sekaligus menyelesaikan gambar dengan teliti.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan, Taufadi, mengatakan pengenalan demokrasi kepada generasi muda dapat dilakukan melalui kegiatan yang dekat dengan dunia anak.

“Kegiatan mewarnai ini juga bagian dari bagaimana kita mengenalkan sistem demokrasi sejak dini. Kita ingin membentuk generasi yang sadar demokrasi dan memahami pentingnya partisipasi aktif dalam masyarakat,” kata Taufadi.

Menurutnya, pendidikan demokrasi tidak selalu harus dilakukan melalui pembelajaran formal. Nilai-nilai seperti menghargai perbedaan, mengikuti aturan, menerima hasil, serta berani berpartisipasi dapat dikenalkan melalui aktivitas yang menyenangkan dan melibatkan anak secara langsung.

Sejak lomba dimulai, para peserta dari 13 kecamatan tampak fokus menyelesaikan gambar yang telah disiapkan panitia. Pilihan warna dan cara mereka menuangkan kreativitas terlihat berbeda-beda. Antusiasme peserta terlihat dari keseriusan mereka menyelesaikan gambar, sementara sejumlah orang tua memilih tetap berada di sekitar lokasi untuk memberikan semangat kepada anaknya.

Penilaian karya dilakukan oleh dewan juri yang kompeten sesuai kategori lomba. Setelah seluruh peserta menyelesaikan karya dan proses penilaian dilakukan, kegiatan dilanjutkan dengan pengumuman pemenang serta penyerahan hadiah dan piala pada hari yang sama.

Pemenang lomba menerima piala dan hadiah setelah seluruh rangkaian lomba mewarnai selesai digelar.

Kegiatan tersebut juga melibatkan puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kehadiran pelaku usaha lokal menjadi bagian dari aktivitas kegiatan sekaligus membuka ruang interaksi dengan masyarakat dan peserta yang hadir.

Salah seorang orang tua peserta, Desi, datang mengantar anaknya yang bersekolah di Sekolah Alam Excelentia untuk mengikuti lomba. Ia mengatakan keikutsertaan anaknya bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga mendapatkan pengalaman baru dan kesempatan menyalurkan kreativitas.

“Saya mengantar anak untuk ikut lomba. Senang karena anak bisa berkreasi, bertemu dengan teman-teman dan mendapatkan pengalaman baru,” ujar Desi.

“Terimakasih untuk DPC PDI Perjuangan Pamekasan dan juga Ibu Hj Ansari. Harapannya semoga kegiatan serupa juga tetap terlaksana di tahun depan,” sambungnya.

Kegiatan tersebut sekaligus mempertemukan anak-anak, orang tua, pelaku UMKM, dan masyarakat dalam satu ruang.

Hj. Ansari menyapa dan berbincang dengan pelaku UMKM yang turut berpartisipasi dalam kegiatan lomba mewarnai di Rumah Aspirasi Lawangan Daya, Pamekasan.
Minggu, 30 Agustus 2026
Dokumentasi ibu Hj. Ansari menyapa orang tua peserta lomba mewarnai sekaligus serap aspirasi

Menurut Taufadi, pengenalan demokrasi tidak harus selalu dilakukan melalui forum atau pembelajaran formal, tetapi dapat ditanamkan melalui kegiatan sederhana yang membuat anak-anak nyaman dan terlibat.

“Harapannya, mereka tidak hanya kreatif, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang sadar akan pentingnya berpartisipasi di masyarakat,” tukasnya.

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pamekasan berharap kegiatan serupa dapat terus menghadirkan ruang positif bagi kreativitas anak sekaligus mendorong partisipasi masyarakat.

Shares:
Show Comments (0)
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *