SUMENEP – Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jawa Timur XI Madura, Hj. Ansari, menegaskan penguatan mutu pendidikan madrasah merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak generasi unggul sekaligus melahirkan lebih banyak pemimpin masa depan. Penegasan itu disampaikan saat menyerap aspirasi di MAN 1 Sumenep, Kamis (6/8).
Dalam kunjungan tersebut, Hj. Ansari didampingi suaminya, Taufadi, Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan yang juga merupakan alumni MAN 1 Sumenep angkatan 1998. Kehadiran keduanya disambut Kepala MAN 1 Sumenep beserta jajaran dewan guru dalam dialog yang membahas berbagai kebutuhan pengembangan pendidikan madrasah.
Sebagai anggota Komisi VIII DPR RI yang menjadi mitra kerja Kementerian Agama, Hj. Ansari mengatakan kegiatan serap aspirasi menjadi bagian penting untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan. Menurutnya, berbagai masukan dari daerah menjadi pijakan dalam memperkuat kebijakan pendidikan melalui fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan DPR RI.

Dalam dialog tersebut, pihak madrasah menyampaikan berbagai aspirasi mengenai peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, penguatan sarana dan prasarana, serta strategi meningkatkan daya saing lulusan di tengah perkembangan zaman.
Hj. Ansari menilai madrasah memiliki peran strategis dalam mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter, berakhlak, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Menurutnya, keberhasilan sebuah madrasah tidak hanya diukur dari prestasi peserta didik, tetapi juga dari kontribusi para alumninya bagi masyarakat dan bangsa.
“Madrasah harus terus menjadi tempat lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” ujar Hj. Ansari.
Ia mencontohkan MAN 1 Sumenep telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang, termasuk Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa madrasah mampu melahirkan pemimpin yang tumbuh dari pendidikan yang memadukan ilmu pengetahuan, nilai-nilai keislaman, dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Hj. Ansari menegaskan penguatan pendidikan madrasah membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, tenaga pendidik, orang tua, hingga masyarakat. Karena itu, setiap aspirasi yang disampaikan pihak madrasah akan menjadi perhatian untuk diperjuangkan sesuai kewenangan Komisi VIII DPR RI.
Ia berharap MAN 1 Sumenep terus meningkatkan kualitas pendidikan sehingga mampu melahirkan lebih banyak generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, dan siap mengambil peran sebagai pemimpin yang membawa kemajuan bagi Madura, Jawa Timur, maupun Indonesia.
Sementara itu, Taufadi mengaku memiliki ikatan emosional dengan almamaternya. Sebagai alumni MAN 1 Sumenep angkatan 1998, ia berharap madrasah terus mempertahankan tradisi mencetak lulusan berprestasi yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.







